Basuki Tjahaya Purnama atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Ahok kini memang terjerat kasus dugaan penistaan agama yang beberapa waktu yang lalu sempat membuat demonstrasi yang heboh pada 4 November 2016 lalu. Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik dan ditunggu – tunggu kelanjutannya.

Meski kini sedang disoroti dengan kabar yang kurang baik Ahok menyatakan bahwa niatnya untuk mencalon kembali sebagai Gubernur DKI Jakarta tidak akan goyah begitu saja. Ahok pun tak memungkiri bahwa ada beberapa pihak yang memintanya secara langsung untuk mengundurkan diri dari pencalonan Kepala Daerah DKI Jakarta tahun 2017 mendatang. Alasan permintaan untuk mundur itu adalah Ahok dianggap akan bikin suasanan pemilihan kepala daerah menjadi terus tidak kondusif.

Akan tetapi meski begitu Ahok tetap menegaskan pada semua pihak bahwa dirinya tidak akan mundur dari pencalonan gubernur 2017 mendatang. Ia tetap yakin dengen pendiriannya. Bahkan dalam wawancaranya, Ahok juga sempat mengungkapkan bahwa dia lebih baik dipenjara daripada harus mundur dari pencalonan gubernur DKI Jakarta.

Sementara itu Ahok hingga kini tak ingin menyebutkan siapa pihak yang menganjurkan dirinya untuk mundur dari pencalonan gubernur 2017 mendatang. Sesuai dengan keterangan Ahok, pihak tersebut juga mengungkapkan bahwa akan terus ada demonstrasi yang lebih besar lagi apabila dirinya tetap maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. Bahkan pihak tersebut juga mengungkapkan bahwa hal tersebut bakal berpengaruh pada Presiden Joko Widodo.

Disisi lain Ketua Umum PDIP yakni Megawati Soekarno Putri juga menegaskan bahwa Basuki Tjahaja Purnama tidak akan pernah mundur dari calon Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 mendatang. Hal ini diungkapkan oleh orang nomor satu di PDIP ini setelah adanya kabar beberapa pihak yang mendesak agar Ahok mundur dari Pilkada 2017.

Terlepas dari semua itu Basuki Tjahaja Purnama sendiri bakal maju pada Pilkada DKI Jakarta dengan Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangannya menjadi Gubernur DKI Jakarta. Akan tetapi pada proses kampanye yang sudah dilakukan beberapa kali, pasangan Ahok dan Djarot memang sempat mendapatkan beberapa kali penolakan dari sekelompok warga, seperti contohnya penolakan warga Rawa Belong dan Kedoya Utara saat Ahok akan berkampanye dilokasi tersebut.