Sampai saat ini PDIP belum menentukan calon yang akan diusung pada Pilkada Jakarta 2017. Namun, Ahok digadang-gadang untuk berpasangan dengan kader PDIP Djarot Saiful Hidayat. Malah, kalangan elite partai banteng moncong putih itu menyebutkan, Presiden Jokowi termasuk salah satu yang menghendaki agar Ahok diusung partai itu.

Salah satu yang menyatakan dukungan adalah Maruarar Sirait. Dia yakin, Megawati Soekarnoputri akan memilih Ahok di Pilkada DKI 2014.

Maruarar menilai kepemimpinan Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta dengan wakilnya Djarot Saiful Hidayat sangat cocok dan saling mengisi.

Apalagi Ahok sudah banyak melakukan perubahan dan pembangunan untuk Ibu Kota. ‘”Saya yakin konstituen PDIP di Jakarta maupun konstituen PDIP di Indonesia mendukung Ahok,” ujarnya, Senin (15/8). Maruarar berujar, keyakinan Megawati akan memilih Ahok untuk diusung, berkaca pada Pilkada Jakarta 2012.

Saat itu PDIP berkoalisi dengan Gerindra mengusung Jokowi-Ahok. Apalagi selama ini komunikasi Ahok dengan Megawati juga sangat baik. “Nanti saya yakin dengan mata hatinya juga Bu Mega akan memilih Ahok,” ujar Maruarar.

Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi juga mengatakan, PDIP akan mendukung Ahok. “Saya berkomunikasi dan dari sisi Ibu Mega masih menghendaki Ahok. Menurut saya PDIP akan mendukung Ahok,” ujar Fayakhun, kemarin.

Golkar dan PDIP, lanjutnya, masih terus menjalin komunikasi untuk memilih calon bersama. Namun, Ahok nggak mau geer. Menurutnya, meski ada sinyal bagus dari Megawati, namun sampai kemarin belum ada dukungan resmi dari PDIP.

“Tapi kalau saya melihat muka Ibu Mega, oke ya dari dulu. Tapi nggak boleh saya geer. Nggak enak,” ujarnya di Halaman Tengah Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin.

Ahok menilai, saat masih ada pertentangan di tubuh partai banteng moncong putih itu. Masih ada penolakan. Khususnya, di tingkat bawah.

Buktinya, kata Ahok, beredar video yel-yel ‘Ahok Pasti Tumbang’ yang dinyanyikan kader PDIP di Youtube. Dalam video tersebut terlihat anggota DPRD DKI Merry Hotma, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi dan Ketua DPC Jakarta Pusat Pandapotan Sinaga yang menyanyikan lagu yang liriknya “menghantam” Ahok.

Bahkan, baju bertuliskan penolakan Ahok dijual di Depan Kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan saat kader PDIP melaksanakan upacara kemerdekaan ke-71 RI.

Karena itu, menurut Ahok, kemungkinan besar saat ini jajaran PDIP masih melakukan konsolidasi, mulai dari jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga kalangan elite partai.

“Ibu Mega maunya menyelesaikan persoalan di tingkat bawah. Itu harus diselesaikan. Saya tidak tahu mengenai masalah dukung-mendukung. Pokoknya kita komunikasi saja,” tutur eks Bupati Belitung Timur itu.

“Saya hanya memberikan kode Merdeka, Merdeka, Merdeka,” selorohnya saat ditanya sudah memberikan kode apa ke PDIP.

Dia pun membantah, mengambil formulir dukungan di DPP PDIP. “Enggak ada cerita itu. lu gosip aja,” elak Ahok.

Sebelumnya, beredar kabar Ahok bersama calon wakilnya Djarot Saiful Hidayat akan mengambil formulir dukungan itu usai keduanya melaksanakan upacara Kemerdekaan bersama PNS DKI, dan jajaran Forum Kepemimpinan Daerah (Forkopimda) di Silang Monas, kemarin.

Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menyatakan, akan patuh jika partai mendeklarasikan mendukung Ahok.