Heboh Bule Jerman Mengemis di Bali, Pernah Beraksi di Bangkok dan Manila

beritamix.com – Bule Jerman jadi pengemis di Bali menjadi buah bibir. Sebagian warga iba, sebagian curiga. Berdasarkan penelusuran, dia beraksi lintas negara.

Dalam postingan Minggu, 4 September 2016, pengguna Facebook, Ardi Syah, memasang foto-foto bule berkacamata duduk bersila di traffic light Bypass Soekarno Hatta, Delod Peken, Tabanan, Bali. Dia menatap lalu lalang kendaraan. Tangan kanannya memegang gelas plastik.

Ardi menulis status: Baru kali ini lihat bule jerman jadi pengemis dilampu merah mekar motor Dukuh tabanan, benar2 krisis global # selalu bersyukur masi diberi kecukupan rizki

Keesokan harinya, Senin, 5 September, pengguna Facebook Abdi Bayu memasang foto sosok yang sama. Dia memergoki bule itu di traffic light Bypass Kediri, Tabanan, dan menyebut nama Benjamin Holst asal Klemburg, Jerman.

“Perhaps more of you noticed his existence via social media,” tulis Abdi.

Di sosial media, sosok Benjamin memang beredar. Ternyata namanya tidak asing di Asia Tenggara. Dia tercatat sebagai WN Jerman. Pria muda ini dideportasi dari Thailand pada akhir 2014 silam. Setahun kemudian, dia diketahui berada di Manila, Filipina.

Benjamin yang berusia 31 tahun, bermasalah dengan kaki kanannya. Dalam istilah medis dikenal dengan sebutan elephantiasis atau kaki gajah.

Bangkok Post edisi 9 Maret 2015 menulis “Deported German beggar back in Asean”

“Benjamin Holst announced his return to the region last week, saying he was now in Angeles City in the Philppines,” demikian penggalan isi berita itu.

Sementara Manila Channel pada 9 Juni 2015 menulis, “Holst was living like a rich man, he stays at hotels and goes bar hopping at night. The money that he spends is from the innocent people whom he begs from”.

Benjamin akhirnya dideportasi dari Filipina. Nah, entah bagaimana ceritanya, pria berkacamata itu kini berada di Indonesia. Tempat tinggalnya selama di Bali belum diketahui. Kemenkum HAM Bali mengaku belum menerima laporan terkait hal tersebut.