Warga Negara Indonesia bernama Siti Aishah dikabarkan menjadi satu dari dua perempuan terkait pembunuhan kakak tiri Kim Jong Un, yakni Kim Jong Nam. Ini paspor Indonesia milik Siti.

Nomor paspor Siti Aishah adalah A 9601796. Paspor ini diterbitkan Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Siti terlihat berambut panjang dalam foto paspor ini. Tempat lahir Siti yang tercantum di paspor ini adalah Serang.

Sebagaimana diberitakan The Star, Siti adalah perempuan kelahiran 11 Februari 1992. Data diri Siti di paspor ini juga mencantumkan tanggal lahir yang sama, yakni 11 Februari 1992. Paspor ini berlaku sampai 17 November 2019.

Siti diduga bersama seorang wanita berpaspor Myanmar menghabisi nyawa Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Awalnya, Jong Nam berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur karena hendak ke Makau. Namun dia merasa disekap dari belakang.

Kemudian dia merasa pusing dan dibawa ke klinik bandara, namun nyawanya melayang saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Putrajaya.

Media Korea Selatan, TV Chosun, menyebut Jog Nam diracuni dengan jarum suntik oleh dua wanita. Pada 15 Februari, seorang perempuan berpaspor Myanmar ditangkap di bandara itu. Perempuan kedua ditangkap pada 16 Februari pukul 02.00 waktu setempat. Usut punya usut, perempuan kedua ini berpaspor Indonesia atas nama Siti Aisyah asal Serang, Banten, yang lahir pada 11 Februari 1992.

Si Tambora, Jakarta Barat, Siti Aishah Dikenal sebagai Wanita Sombong

Siti Aishah (24), wanita yang diduga mata-mata Korea Utara usai terlibat pembunuhan kakak tiri Kim Jong Un, dikenal sebagai wanita sombong di Tambora, Jakarta Barat.

Siti sempat tinggal lama di Gang Kacang, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
Warga setempat pun sempat mengenalnya. Dia bekerja di sebuah rumah konveksi di gang padat itu.

Yanti (39), seorang tetangganya mengenal Siti sebagai wanita pendiam.

“Dia itu jarang keluar. Paling hanya di dalam rumah konveksi saja. Keluar hanya untuk beli makan,” ucap Yanti di gang padat itu, Kamis (16/2/2017).

Namun, sejumlah perempuan muda disana mengenal Siti sebagai wanita sombong.
“Orangnya jarang mau ngomong. Kalau disapa tak jawab. Sombong dia,” kata Rohayah (27), seorang perempuan muda di gang itu.

Di rumah konveksi itu tadinya Siti bekerja melipat jaket hasil produksi. Siti keluar dari lingkungan padat itu setelah menikah dengan anak pemilik konveksi.

Dia memilih bekerja di Malaysia bersama suaminya. Tapi perkawinan mereka pun kandas gara-gara Siti selingkuh.

Berikut Penjelasan KBRI Indonesia di Malaysia Terkait Siti Aishah

Direktur Perlindungan WNI dari Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, KBRI Kuala Lumpur telah berkoordinasi dengan aparat Malaysia, “terkait adanya pemberitaan mengenai ditangkapnya seorang perempuan pemegang paspor Indonesia yang diduga terlibat dalam pembunuhan seorang laki-laki asal Korea Utara,” kata Lalu dalam pernyataan tertulisnya.

Secara resmi, memang korban pembunuhan itu masih diacu sebagai ‘pria Korea Utara.’ Polisi Malaysia dan pihak Korea Utara belum mengukuhkan bahwa ‘lelaki Korea’ yang bepergian dengan nama Kim Chol itu memang benar Kim Jong-nam, namun Korea Selatan sudah memastikannya.

“Berdasar data diri yang disampaikan oleh otoritas keamanan Malaysia, KBRI telah melakukan verifikasi dan berdasarkan data sementara yang ada di KBRI perempuan tersebut berstatus WNI,” tambah Lalu Muhammad Iqbal.

“Menindaklanjuti hasil verifikasi tersebut, KBRI telah meminta akses kekonsuleran kepada Pemerintah Malaysia untuk dapat memberikan pendampingan dalam rangka memastikan hak-hak hukumnya terpenuh.” katanya pula, seraya menambahkan bahwa staf KBRI sudah dikirimkan ke Selangor.

Sementara itu, Imigrasi Serang, Provinsi Banten, yang disebut-sebut mengeluarkan paspor untuk Siti Aishah, mengatakan, nama itu tak ada dalam arsip mereka.

Muhammad Sungeib dari Kantor Imigrasi Serang mengatakan, “Kami sudah memeriksa arsip kami, namun nama Siti Aishah dengan data tanggal lahir itu, tidak ada catatan pembuatan paspornya,” katanya.

“Tak ada arsip tentang pembuatan paspor untuk nama itu dengan tanggal lahir itu di Kantor Imigrasi Serang. Tapi paspor bisa juga dibuat di tempat lain, di mana saja,” katanya kepada BBC.

Ternyata paspor itu dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Jakarta Barat.