Pria Asal Karawang Janjikan Tiket Masuk Surga dengan Bayaran Rp 2 Juta

beritamix.com – Seorang pria di Kabupaten Karawang sempat diamankan jajaran kepolisian. Pria bernama AM ini diamankan lantaran mengiming-imingi tiket masuk Surga. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, AM bersama lima orang anggotanya mendirikan padepokan Syekh Sangga Bintang Pratama di Desa Medalsari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang. Mereka, menyebarkan ajarannya dengan mengiming-imingi tiket masuk Surga dengan membayar Rp 2 juta.

Aksi yang dilakukan AM ini dianggap meresahkan masyarakat. Sehingga, pada Kamis (4/8/2016), Polisi mengamankan AM dan ke lima rekannya.

“Berdasarkan laporan dari masyarakat, ada enam orang yang diduga melakukan ajaran sesat. Kemarin sempat ada musyawarah, dan akhirnya kami amankan enam orang tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus kepada Tribun melalui sambungan telepon, Jumat (5/8/2016).

Yusri mengatakan, dari hasil musyawarah yang dilakukan untuk membahas ajaran AM tersebut, warga menolak keberadaan kelompok AM. Sehingga, guna meredam aksi dari warga, AM dan juga anggotanya diamankan.

“Kami melakukan musyawarah yang dihadiri Camat, Ketua Kantor Urusan Agama (KUA. Red), dan tokoh masyarakat. Diambil keputusan bahwa kelompok tersebut tidak boleh kembali ke Padepokannya di Karawang, warga menganggap aliran mereka sesat,” katanya.

Meski dianggap warga melakukan ajaran sesat dan sempat diamankan, Polisi belum bisa menahan dan menetapkan mereka sebagai tersangka. Sebab, pihaknya masih menunggu keputusan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait ajaran yang disebarkan oleh kelompok AM.

“Kami tidak menangkap mereka karena belum ada keputusan bahwa ajaran mereka sesat. Kami belum tahu apakah ini aliran sesat atau bukan. Kami masih menunggu pernyataan,” katanya.

Sehingga, lanjut Yusri, saat ini kelompok tersebut dipulangkan terlebih dahulu ke padepokan Sanggar Buana Putra Darul Imam Atauhid di Subang milik gurunya. Sebab, padepokan miliknya yang berada di Karawang, mendapat ancaman akan dihancurkan oleh warga sekitar.

“Kami masih mendalami kasus ini dengan pemeriksaan mendalam terhadap mereka. Kami juga terus meminta keterangan saksi-saksi apakah ada yang sudah menjadi korban atau belum,” katanya.