Pencalonan Sandiaga Uno Bermasalah, Harus Dibatalkan, Gosip Heboh Lecehkan Depe

beritamix.com – Belum resmi didaftarkan sebagai Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta, badai menerpa Sandiaga Uno. Partai Gerindra diminta untuk berpikir ulang mengusung namaSandiaga Uno sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta.

Nama Sandiaga Uno kerap disebut-sebut dalam berbagai korupsi dan skandal dengan mantan istri Saipul Jamil, Dewi Perssik alias Depe.

Ketua Umum Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR), Sugiyanto mengatakan, Partai Gerindra harus berpikir ulang. Karena, calon yang akan diusung harus benar-benar clear atau tanpa cacat karena ini bisa berakibat patal bagi partai.

“Jika calon banyak masalah ini akan sangat rawan dan bisa menjadi serangan dari kubu lawan. Tentu ini akan mematikan langkah bagi cagub itu sendiri,” kata Sugiyanto saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Kerawanan mengusung Sandiaga menurut Sugiyanto ada di dugaan kasus korupsi, kasus penipuan sampai dengan kasus pelecehan terhadap artis dangdut, yang masih hangat dan heboh.

Sebaiknya, Gerindra berpikir ulang sebelum telanjur.

“Partai Gerindra harus mempertimbangkan kembali untuk mengusung Sandiaga Uno sebagai cagub. Karena untuk DKI ini harus orang-orang yang teruji track recordnya, bebas dari masalah baik etika maupun hukum. Jika ini dipaksakan, akan merugikan Gerindra di pemilu 2019 nantinya,” ujarnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah,Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman meminta agar penegak hukum untuk kembali memeriksa bakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, dalam dugaan kasus korupsipembangunan Depo Minyak Pertamina di Banten, yang merugikan negara US$6,4 juta.

“Penegak hukum harus berani dan kasus ini harus tetap jalan. Jangan dipetieskan,” kata Boy biasa disapa.

Boyamin pun menilai, semua orang yang dianggap tahu dalam kasus itu harus dimintai keterangan.

Penegak hukum jangan tebang pilih. Dan kasus itu harus transparan. Apalagi, Sandiaga akan maju di Pilkada DKI.

“Ini harus dibuka ke publik agar jelas bagaimana kasusnya. Jangan sampai jika terpilih, justru akan menjadi beban bagi dirinya apalagi bagi rakyat Jakarta,”