Ada momen yang bikin heboh publik pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI tahun sidang 2016-2017 di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/8/2016).

Betapa tidak, dalam rapat tersebut, pembacaan doa yang semestinya berisi harapan dan ungkapan hati umat manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa, malah terdengar seperti sindian.

Doa penutup tersebut dibawakan oleh anggota DPR RI dari FraksiGerindra, HR Muhammad Syafi’i di hadapan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, jajaran menteri Kabinet Kerja dan para anggota DPR.

Dalam potongan video yang viral di jejaring sosial Facebook dan Youtube, doa yang dibacakan itu memang terdengar seperti sindiran, bahkan sebagian orang yang mendengarnya menyebut sebagai doa politis.

Berikut petikan isi doa yang dibawakan oleh Syafi’i:

“Seperti mata pisau yang hanya tajam ke bawah, tapi tumbuh ke atas sehingga mengusik rasa keadilan bangsa ini. Wahai Allah, memang semua penjara overcapacity tapi kami tidak melihat ada upaya untuk mengurangi kejahatan karena kejahatan seperti diorganisir ya Allah.

Kami tahu pesan dari sahabat Nabi Nuh bahwa kejahatan-kejahatan ini bisa hebat bukan karena penjahat yang hebat tapi karena orang-orang baik belum bersatu atau belum mempunyai kesempatan di negeri ini untuk membuat kebijakan-kebijakan yang baik yang bisa menekan kejahatan-kejahatan itu.

Ada momen yang bikin heboh publik pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI tahun sidang 2016-2017 di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/8/2016).

Betapa tidak, dalam rapat tersebut, pembacaan doa yang semestinya berisi harapan dan ungkapan hati umat manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa, malah terdengar seperti sindian.

Doa penutup tersebut dibawakan oleh anggota DPR RI dari FraksiGerindra, HR Muhammad Syafi’i di hadapan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, jajaran menteri Kabinet Kerja dan para anggota DPR.

Dalam potongan video yang viral di jejaring sosial Facebook dan Youtube, doa yang dibacakan itu memang terdengar seperti sindiran, bahkan sebagian orang yang mendengarnya menyebut sebagai doa politis.

Berikut petikan isi doa yang dibawakan oleh Syafi’i:

“Seperti mata pisau yang hanya tajam ke bawah, tapi tumbuh ke atas sehingga mengusik rasa keadilan bangsa ini. Wahai Allah, memang semua penjara overcapacity tapi kami tidak melihat ada upaya untuk mengurangi kejahatan karena kejahatan seperti diorganisir ya Allah.

Kami tahu pesan dari sahabat Nabi Nuh bahwa kejahatan-kejahatan ini bisa hebat bukan karena penjahat yang hebat tapi karena orang-orang baik belum bersatu atau belum mempunyai kesempatan di negeri ini untuk membuat kebijakan-kebijakan yang baik yang bisa menekan kejahatan-kejahatan itu.