Artis Ramai-Ramai Cari Damai Bersama Guru Spiritual

beritamix.com – Istilah guru spiritual kembali mencuat. Ini terkait dengan kasus narkoba yang menjerat Gatot Brajamusti. Saat Aa Gatot, sapaannya, digerebek di tempatnya menginap di Hotel Tulip, Mataram Nusa Tenggara Barat, Minggu, 23 Agustus 2016 malam, Reza Artamevia ikut terangkut bersama beberapa orang lain.

Sang diva pun digelandang ke kantor Polres Lombok. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan bahkan sampai ke Bali, Jumat (2/9/2016), Reza Artamevia diperbolehkan pulang ke Jakarta. Reza dikenai wajib lapor dan tidak menyandang status tersangka karena disebut-sebut sebagai pengguna baru.

Kasus yang menjadi perhatian nasional ini kembali mengingatkan masyarakat pada fenomena artis dan guru spiritual. Selama 10 tahun terakhir, publik kadung memahami Gatot Brajamusti sebagai guru spiritual Reza. Bahkan isu pun menjadi liar bahwa hubungan Reza-Gatot bukan sekadar antara murid-guru spiritual, tapi sudah sebagai suami istri siri. Ketika kasus ini mencuat, pihak Gatot dan Reza sama-sama membantah isu tersebut.

Pertanyaannya, seberapa perlu sebenarnya seorang selebritas memiliki guru spiritual. Dalam sejumlah tulisan dan rangkuman pendapat kalangan ahli, definisi guru spiritual biasanya dilekatkan pada seseorang yang idealnya memahami ajaran agama dengan baik dan juga matang secara spiritual.

Dan, itu disandang oleh guru agama atau lazim disapa ustaz sekaligus sosok yang dihormati. Itulah yang terjadi pada Anang Hermansyah yang menjadikan Kiai Mahmud Nahrowi, dari Pondok Pesantren Riyadhus Shalihin Al Amin di Tegalrejo, Jember, Jawa Timur, sebagai pembimbing spritualnya. Latar Anang Hermansyah yang dekat dengan kehidupan kaum pesantren membuat musikus itu sejak masih muda sudah menjadikan sang kiai sebagai tempat curhat dan bertanya.

Namun, kebanyakan artis lainnya diketahui memiliki guru spiritual lantaran memiliki masalah yang pelik. Reza Artamevia misalnya, dekat dengan Aa Gatot dan menjadikan pria Sunda itu sebagai pembimbing spritual lantaran konflik permasalahan rumah tangga yang melanda. Termasuk Maia Estianty.

Artis juga manusia. Di tengah sorot pendar lampu mengarah pada sosok mereka, tetap saja para pesohor ini bisa menangis dan bahkan terpuruk kala musibah atau cobaan hidup melanda. Mereka memang menghibur masyarakat, tapi tetap memerlukan ‘penghiburan’ untuk batin sendiri. Dan, agama salah satu yang diyakini bisa menenangkan hati.

Dengan Umi Nung, ustazah yang juga pembimbing spiritualnya, Maia Estianty mencoba intensif berguru ilmu agama sekaligus ditenangkan batinnya. Nasihat-nasihat Umi Nung bisa menjadi penyemangat Maia Estianty. Ibu tiga anak itu juga mendapatkan masukan dalam memilih calon pendamping hidup, pengganti Ahmad Dhani, dari sang ustazah.

Sementara, bagi Dhani sendiri, ada sosok yang kurang lebih sama yang menjadi teman diskusi soal apa pun. Sosok yang tinggal di Malang, Jawa Timur itu dianggap Dhani sebagai guru spiritual. Meski sang guru sendiri jauh dari kesan stereotipe sosok ustaz dengan busana khasnya, tapi toh Faiz Al Muhdor, atau Habib Faiz yang berbusana ala anak muda kebanyakan, faktanya sering menjadi tempat bertanya Ahmad Dhani.

Karena dianggap sebagai tempat bertanya mestinya pengetahuan agama dan nilai-nilai kehidupan sang guru spiritual ideal dimiliki. Seperti definisi kata “spiritual” itu sendiri yang merujuk pada hubungan manusia dengan Sang Khalik, maka guru spiritual mestinya membimbing sang murid untuk kembali ke jalan Tuhan.

Guru spiritual bukan tukang sulap yang mengubah sesuatu yang kusut menjadi langsung mudah terurai. No sim salabim. Penasihat spiritual bukan tukang sulap yang menjadikan sesuatu langsung ada, dari tiada. Sang guru bukan mengajarkan ilusi tapi memberikan solusi.

Karena biar bagaimanapun juga masukan yang diberikan harus rasional dan bukan berbau klenik alias absurd. Di luar itu masukan yang diberikan seharusnya tak boleh bertentangan dengan nilai agama. Karena itu, cara-cara membimbingnya harus kembali ke jalan Tuhan. Pengajian atau hadir di majlis pengkajian ajaran Islam dilakukan sejumlah artis sebagai ajang berguru pada sang pembimbing spiritual.

Apa yang terjadi pada Elma Theana menjadi fenomena menarik. Pesinetron itu mengaku belakangan tak lagi nyaman berguru pada pembimbing spiritualnya, karena beberapa alasan. “Saya merasa banyak mudaratnya. Kok bukan lagi ajaran agama yang terasa tapi kegiatan duniawi,” pengakuan Elma Theana dalam rekaman yang hadir di kanal YouTube.

Tentu, para artis itu atau siapa pun mendambakan kedamaian dari bimbingan guru spiritual tersebut. Jauh dari keluarga atau bahkan menjadikan kita memiliki gaya hidup tak baik bahkan merusak diri apalagi melanggar hukum adalah sebuah kesia-siaan yang kita dapat dari berguru pada pembimbing spiritual.

Karena pada dasarnya, pembimbing yang paling hakiki untuk setiap insan adalah langsung Sang Khalik. Manusia betapa pun tinggi ilmunya, tetaplah penuh kekurangan. Makanya, mengkultuskan seseorang seperti guru spiritual bukan cara yang bijaksana.