Freddy Budiman Telah Dijemput Tim Eksekutor Hukuman Mati

beritamix.com – Waktu eksekusi mati gelombang III makin dekat dan diperkirakan akan dilaksanakan akhir pekan ini. Dikabarkan beberapa terpidana mati telah dijemput dari selnya dan diisolasi di ruang khusus.

“Infonya semalam sudah dijemput dan diisolasi ke LP Besi, termasuk Freddy,” kata Direktur YLBHI Alvon Kurnia Palma.

Alvon mengetahui informasi tersebut dari salah seorang kliennya yang berada di dalam Lapas Nusakambangan. Pelaksanaan eksekusi mati jilid 1 dan 2 selalu dilakukan di kompleks Lapas Nusakambangan.

Freddy merupakan terpidana mati yang dihukum karena mengimpor 1,4 juta pil ekstasi, padahal Freddy menghuni LP Cipinang. Belakangan terungkap ia juga menjadikan selnya di LP Cipinang juga jadi pabrik narkoba. Setelah itu ia dipindahkan ke LP Nusakambangan dan tetap mengontrol jaringan narkobanya. Salah satunya mengimpor 50 ribu butir pil ekstasi dari Belanda ke Indonesia via Jerman.

“Selain Freddy, ikut dipindahkan pula Fredrik, Obina, Titus, Ojias, Ocee dan Dokter,” ujar Alvon.

Sesuai hukum acara eksekusi mati, isolasi dilakukan tiga hari sebelum pelaksanaan eksekusi mati dilakukan. Jika dengan menggunakan perhitungan tersebut, maka nyalak senapan tim eksekutor akan terdengar pada Jumat (29/7) lusa menembus pada terpidana tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, kepastian penjemputan di atas belum bisa dikonfirmasi kepada kejaksaan sebagai otoritas yang melaksanakan proses esekusi mati.