Waspadalah! Pokemon Go dituding jadi alat penjajahan baru negara asing

beritamix.com – Bermain Pokemon Go ternyata memiliki banyak dampak negatif kepada seluruh penggunanya, termasuk kerawanan terhadap keamanan negara yang kini tengah dikhawatirkan oleh sejumlah instansi pemerintahan.

Dampak negatif yang muncul jika memainkan permainan buatan Nintendo itu adalah pemain akan mengalami kecelakaan lalu lintas, karena tidak jarang pemain menggunakan kendaraan untuk memburu seluruh monster pokemon dan terlalu asyik menatap layar ponsel sehingga menyebabkan pemainnya mengalami kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, PokeMaster istilah untuk para pemburu monter Pokemon Go juga seringkali terjebak dalam situasi yang kurang menguntungkan seperti tercebur ke dalam selokan, mengalami penjambretan dan tidak sadar masuk ke rumah orang lain tanpa izin karena fokus memburu monster pokemon. Tidak hanya itu, ada juga dampak negatif yang ditimbulkan permainan ini terhadap keamanan negara yaitu penyadapan dan pengumpulan data lokasi strategis badan keamanan suatu negara.

Menurut Satuan Cyber Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, permainan Pokemon Go ini serupa dengan sistem pengumpulan data lokasi yang biasa dilakukan oleh National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) dan Central Intelligence Agency (CIA) pada sosial media Facebook. Pola penyadapan informasi berupa data lokasi yang dilakukan oleh permainan Pokemon Go ini yaitu dengan cara menyediakan pokemon langka atau pokemon legenda yang hanya bisa didapatkan di sejumlah tempat strategis pemerintahan seperti Istana Negara, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Politik Hukum dan Keamanan serta Lembaga/Kementerian strategis lainnya pada waktu malam hari untuk diburu oleh seluruh PokeMaster.

Selanjutnya, PokeMaster yang memburu pokemon ke sejumlah tempat strategis pemerintahan tadi, secara tidak langsung juga akan membantu negara asing untuk mengumpulkan informasi berupa data lokasi wilayah penting yang selama ini sulit untuk ditembus oleh negara manapun. Pola pengumpulan data wilayah yang dilakukan Pokemon Go ini hampir sama dengan pola yang dilakukan oleh Google untuk layanan Google Maps atau Google Earth yang menggunakan seseorang untuk berkeliling ke seluruh wilayah menggunakan kamera Google dan dinamakan dengan Street Maping.

Seseorang yang berkeliling ini nantinya akan mengumpulkan informasi berupa nama jalan, nama gedung dan lokasi lainnya untuk digunakan pada layanan Google Maps atau Google Earth. Menurut Prof. Dr Tina Afiatin, Mpsi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada, permainan Pokemon Go ini adalah perangkat jenis baru yang dimiliki oleh intelijen negara asing untuk merekonsiliasi data citra fisik valid sekaligus memetakan setiap sudut wilayah negara dimana para user mengaktifkannya dan berbentuk game yang terbalut teknologi interconnecting geospasial (maps).

“Coba bayangkan jika seluruh pejabat, tentara, polisi, PNS dan masyarakat awam berbondong memainkan game ini diwilayah kerja masing-masing. Berapa banyak data valid bangunan fisik serta citra ruang yang harusnya bersifat rahasia bagi suatu pertahanan negara dapat diakses,” tuturnya.

Amerika Serikat juga sempat menjalankan sebuah teknik operasi intelijen yang dijalankan melalui eksploitasi dan analisis pencitraan serta informasi geospasial dalam menggambarkan fitur fisik dan aktivitas secara geografis bumi atau yang disebut Geospatial Intelligence terhadap Pendiri Al Qaeda, Usamah bin Muhammad bin Awwad bin Ladin atau Osama Bin Laden di rumah persembunyiannya pada 2 Mei 2011.

Berkat Google Maps dan Google Earth, Amerika Serikat dapat mengikuti perjalanan Osama Bin Laden mulai dari Khartoum sampai Jalalabad hingga daerah terpencil dimana dia bersembunyi lalu menemui akhir hidupnya di Pakistan. Pada saat itu, teknologi Google Earth hanya dapat melakukan mencitrakan dalam bentuk datar suatu wilayah melalui satelit. Pengumpulan informasi dalam bentuk wilayah ini akan lebih sempurna dan faktual dengan menggunakan aplikasi game yang dapat mengumpulkan data fisik dalam bentuk 3D seperti yang ada pada fitur Pokemon Go.

Permainan buatan Nintendo tersebut memang tengah menjadi tren belakangan ini dan banyak dimainkan oleh anak muda di seluruh dunia. Pengguna Pokemon Go juga telah memberikan banyak keuntungan kepada perusahaan game asal Negeri Sakura itu. Berdasarkan data perusahaan analisis aplikasi mobile Think Gaming, Pokemon Go diperkirakan berhasil meraup keuntungan hingga US$1,6 juta per hari hanya di Amerika Serikat. Karena itu, mulai hari ini berhentilah memainkan permainan Pokemon Go agar tidak dijadikan alat atau agen oleh negara asing untuk menyadap wilayah negara sendiri.