Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, tidak banyak negara yang mendapatkan sorotan dari negara lain.

Menurut dia, hanya ada dua jenis negara yang mendapatkan perhatian.

“Saya sering katakan, hanya dua negara yang diperhatikan. Pertama, kalau negara itu kaya, kedua kalau dia (negara) nakal,” kata Wapres, saat membuka Rapat Kerja Nasional Institut Lembang Sembilan, di Jakarta.

Kalla mencontohkan kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Tanah Air.

Raja Salman tiba bersama sekitar 1.500 rombongan.

Selain untuk menjalin kerja sama bilateral, rombongan kerajaan itu juga hendak berlibur ke Bali.

Wapres mengatakan, sejak kedatangan Raja Salman di Indonesia pada 1 Maret lalu, media massa di Indonesia baik nasional maupun internasional, heboh.

Segala gerak-gerik Raja Salman tak luput dari perhatian media.

“Tiap hari TV membahas tangga pesawat yang pakai elevator, mobil yang berapa harganya, macam-macam. Heboh sebangsa ini. Di Timur Tengah juga heboh, karena melihat kehebohan kita,” kata dia.

Menurut Wapres, besarnya porsi pemberitaan Raja Salman, tidak terlepas dari kekayaan yang dimiliki Arab Saudi.

“Walaupun itu rezeki dari Allah. Tapi bagaimana pun dia mampu,” ujar dia.

Sementara itu, negara nakal yang dimaksud Wapres adalah negara-negara yang tidak memiliki kekayaan besar, tetapi pemimpinnya terkenal nakal.

“Mereka miskin tapi nakal. Kita (Indonesia), tidak dua-duanya,” kata dia.

Oleh karena itu, Wapres mengatakan, tak heran bila kunjungan kenegaraan yang dilakukan pejabat Indonesia ke luar negeri, kurang mendapatkan sorotan dari awak media.

“Saya ke mana-mana cuma berita kecil di koran. Kalau China, sekarang di mana-mana live CNN, India live, Jepang. Coba lihat negara-negara yang tanggung, kurang mendapatkan perhatian dunia,” ujarnya.