Direktur Pusat Studi Politik Sosial (Puspol) Indonesia Ubedillah Badrun memprediksi akan terjadi pertarungan sengit dalam Pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Dia mengatakan, terdapat empat faktor penyebab di balik kesengitan itu.

“Mencermati tipisnya perbedaan perolehan suara antara pasangan calon nomor 2 dan nomot 3, kita bisa membaca kemungkinan besar kontestasi pada putaran dua akan berlangsung sengit,” ujar dia.

Dia menjelaskan, ada empat faktor yang menyebabkan kontestasi berlangsung sengit. Efek sistemik empat faktor pendorong sengitnya kontestasi di atas patut diantisipasi oleh seluruh penyelenggara pilkada putaran dua. “Profesionalitas penyelenggara dan rasionalitas warga Jakarta adalah kunci utama untuk menghadirkan pilkada putaran dua yang berkualitas,” tandas dia.

Di sisi lain, masuknya Anies-Sandi ke putaran kedua Pilgub DKI Jakarta tidak terlepas dari kegigihan Boy Sadikin dalam menggerakkan Tim Relawan. Pada Desember 2016, posisi hasil survei Anies-Sandi masih di kisaran 20 persen. Namun jelang pencoblosan pasangan calon yang diusung PKS dan Partai Gerindra itu mampu menduduki posisi yang tinggi dan dikenal oleh masyarakat Jakarta.

Presidium Tim Relawan Anies-Sandi, Tom Pasaribu mengungkapkan, naiknya elektabilitas dan popularitas pasangan Anies-Sandi bukan terjadi begitu saja. Melainkan ada peran besar Boy Sadikin dalam setiap langkah pasangan calon tersebut.

“Di waktu itu, sempat terlontar pertanyaan dari teman-teman media, apa strategi yang akan dilakukan untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas Anies-Sandi. Dijawablah oleh Boy Sadikin, Kita lihat hasilnya setelah tanggal 15 Januari 2017,” ujar Tom.

Tom menegaskan, Boy Sadikin bersama sejumlah relawan lainnya memiliki strategi dan program untuk menaikkan elektabilitas dan populaitas Anies-Sandi yang tidak perlu diungkapkan.

“Karena Boy merupakan mantan Tim Sukses Jokowi-Ahok di Pilgub 2012 dan Jokowi-JK di Pilpres 2014. Sudah pasti ada strategi untuk memenangkan pasangan calon yang didukungnya,” tutur dia. Terbukti, setelah tanggal 15 Januari 2017, popularitas dan elektabilitas Anies-Sandi bisa di atas 30 persen.

Seperti diketahui, sejak awal dimulai tahapan pilgub, masyarakat Jakarta tidak memperhitungkan Anies-Sandi masuk ke putaran kedua. Sebab petahana meyakini bahwa petahana menang satu putaran.

Pastinya, kata Tom, sikap Boy Sadikin melepas jabatan ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, memiliki pengaruh besar dalam mendulang suara bagi Anies-Sandi. Termasuk membawa pengaruh besar terhadap konstelasi politik Pilkada Serentak 2017.

Di putaran kedua, Boy Sadikin telah memiliki strategi jitu untuk memenangkan pasangan Anies-Sandi. “Sama seperti pada putaran pertama, tak mungkin kita ungkap strategi itu. Tapi pastinya, kita siap untuk memenangkan pasangan Anies-Sandi,” pungkas Tom.