Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membantah terlibat dugaan korupsi penerapan KTP elektronik atau e-KTP tahun anggaran 2011-2012.

“Besok dibacakan dakwaannya biar semua melihat, mendengar dan memainkan logikanya masing-masing,” kata Ganjar Pranowo saat ditemui wartawan di rumah dinas Gubernur Jateng Puri Gedeh,”.

Menurut Ganjar, ada beberapa spekulasi yang mengaitkan namanya dalam kasus dugaan korupsi e-KTP.

Maka, ia sepakat agar di persidangan nantinya diungkap dan diceritakan secara terbuka. Agar, kata Ganjar, tak terjadi perbedaan persepsi di tengah masyarakat dan fitnah.

Diakui Ganjar bahwa dirinya pernah diperiksa sebagai saksi oleh KPK. Waktu itu dia konfrontasi dengan saksi Miriam S Haryani dan disaksikan dua penyidik.

Penyidik juga menanyakan apakah ada pemberian uang ke Ganjar, Miriam yang juga mantan anggota Komisi 2 itu juga memberikan jawaban.

“Bu Yani, apakah anda kasih uang ke Pak Ganjar? Jawabannya, Tidak pak. Kenapa tidak? Karena saya takut. Tetapi dia kan pimpinan? Iya, tetapi saya tidak kasih ke pak Ganjar,” kata Ganjar menirukan ucapan Miriam dan penyidik.

Menurutnya, konfrontasi di KPK antara dirinya dengan saksi dalam kasus korupsi itu, sengaja diungkap ke publik agar masyarakat dapat menilai.

“Ini perlu saya sampaikan ke publik karena berkaitan dengan kredibilitas saya,” tandas Ganjar yang juga mantan Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI itu.