Netter di media sosial tengah ramai membahas karya seniman muda, Natasha Gabriella Tontey #MakanMayit yang menuai kontroversi. Seperti namanya, seni yang berawal dari acara yang digelar pop up store Little Shop of Horrors milik Natasha ini menyajikan hidangan dalam potongan boneka bayi atau bentuk tak wajar lainnya.

Karya tersebut sontak menuai beragam reaksi dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise.

Menurut Yohana, pembuatan karya itu telah melanggar sejumlah aturan. Ia juga menyebut jika bahan yang digunakan sangat tidak lazim.

“Hal ini sangat disayangkan, karya seni anak bangsa seharusnya merupakan ekspresi dari kreativitas yang diciptakan dan mengandung unsur keindahan, bukan yang justru melanggar norma kesusilaan, kepatutan, dan agama. Negara ini melindungi anak-anak Indonesia sejak mereka masih dalam kandungan. Hal tersebut tidak tercermin dalam karya seni ini,” ujar Yohana dilansir dari Detik. “Penyalahgunaan ASI melalui karya seni yang disebarluaskan melalui pesan visual ini sangat rentan memberikan dampak negatif bagi masyarakat karena sesuatu yang tidak lazim jika digunakan akan menimbulkan protes di masyarakat.”

Tidak hanya itu, Yohana juga mengkhawatirkan dampak yang dialami anak-anak jika melihat hal tersebut. “Belum lagi dampak bagi anak-anak kita yang melihat pesan visual ini melalui media sosial. Bukan hal yang mustahil anak-anak akan meniru perilaku tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, beberapa pendapat yang berbeda menuding seniman pembuat karya seni itu memiliki kemungkinan jadi psikopat. Tidak hanya itu, beberapa orang juga menilai jika #MakanMayit mengangkat tentang kanibalisme.