KPU DKI Jakarta telah menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

Pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno akan bertarung dengan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat untuk memenangkan hati warga ibu kota.

Menghadapi putaran kedua, Sandiaga Salahuddin Uno mengaku akan mempersiapkan diri untuk meyakinkan masyarakat.

Bukan hanya program kerja, tetapi juga isu miring terkait penghapusan program Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sehat (KJS), dan petugas Penanganan Prasarana Sarana dan Umum (PPSU) besutan Joko Widodo kala menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2012 silam.

“Malam ini (Minggu, 5/2/2017) kita ada konsolidasi mengenai stategi khusus, terutama mengenai bagaimana secara sistematis kita menyebarkan informasi yang akurat bahwa kita akan menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan sebuah pendidikan yang berkualitas dan melanjutkan KJP, KJS, serta pasukan oranye (PPSU),” tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Sandiaga, sejumlah relawan pendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylvian Murni akan hadir.

Selain silaturahmi, kehadiran para pendukung tersebut bertujuan untuk menyatukan visi dan konsolidasi program kerja untuk menyiapkan diri pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

“Pertemuan bertujuan agar saling kenal, dan juga silaturahim. Menyatukan visi, konsolidasi untuk enam minggu ke depan. Bagaimana yang tadinya mendukung Mas Agus dan Mpok Sylvi, bisa ikut membantu kita. Salah satunya meluruskan berita bohong atau hoax bahwa KJP akan dihapus jika ada pergantian gubernur,” jelas Sandiaga.

“Dan juga akan membantu menyebarkan berita baik bahwa ada program lapangan kerja dengan OK OCE.

Program pendidikan yang lebih baik, merealisasikan harapan agar penggusuran yang semena-mena tidak diteruskan. Memberikan tempat tinggal yang layak, termasuk menolak reklamasi,” imbuhnya.