Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikejutkan dengan kedatangan ratusan mahasiswa yang menggelar demonstrasi di rumahnya, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. SBY merasa heran dengan demo yang dilakukan mahasiswa di rumah pribadinya tersebut.

Pengamat politik dari Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menilai demo yang dilakukan ratusan mahasiswa, yang sebelumnya mengikuti kegiatan Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia itu terkesan ditunggangi oleh aktor politik. Pasalnya, ratusan mahasiswa itu menggeruduk seorang yang sudah tak berkuasa lagi.

“Sudah kebolak-balik mahasiswa, kok yang didemo yang sudah enggak berkuasa. Demo tersebut terkesan ada aktor politik yang menungangi,” kata Pangi.

Ratusan mahasiswa itu sebelum bergerak ke rumah SBY, sempat mengikuti Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Dalam acara yang diikuti oleh mahasiswa dari beberapa daerah di Indonesia itu, hadir sejumlah pejabat pemerintahan.

Mereka diantaranya, Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Ada pula Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Adian Napitupulu serta mantan Ketua KPK, Antasari Azhar.

Pangi tak habis pikir, mahasiswa yang baru mengikuti acara, yang dihadiri pejabat pemerintahan langsung bergerak ke rumah pribadi SBY. Menurutnya, ini merupakan kejadian yang sangat lucu di tengah-tengah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Lucu dan sangat unik, mantan presiden yang di demo. Pemerintah yang harus dikontrol dan diingatkan mahasiswa,” tandasnya.

Seperti diketahui, setelah mencuatnya demo mahasiswa di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat itu, muncul tudingan bahwa penggeraknya adalah Adian. Hal itu didasari dari kehadiran Adian di Jambore Mahasiswa itu. Ditambah ada sebuah mobil, yang diduga milik Adian tertinggal di sekitar lokasi demo.

Adian telah membantah tudingan itu. Politikus PDIP itu menegaskan bahwa dirinya tak terlibat dengan aksi di depan rumah SBY.

“Ada pihak-pihak yang menuding bahwa mobil Terrano yang membawa nasi bungkus adalah mobil milik saya. Mobil saya juga Terrano tapi plat mobil saya bukan B 2124 ZO tetapi plat mobil (daerah) Solo yaitu AD 1 AN,” kata Adian melalui keterangan pers yang diterima Okezone, Selasa 7 Februari 2017.

Anggota Komisi VII DPR itu meminta SBY tak perlu repot-repot meminta aparat penegak hukum mencari siapa pemilik mobil tersebut. Karena menurut Adrian, pelaku yang disebut-sebut sebagai penggerak aksi unjuk rasa itu bukanlah pelaku makar.

“Saran saya tidak perlu buang waktu mencari siapa pemilik mobil, siapa yang masak nasi, siapa yang bungkus karena mengirimkan nasi untuk aksi yang tidak bertujuan makar bukanlah kejahatan,” tandasnya.