Masyarakan dibuat heboh setelah pernyataan Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merasa percakapan dirinya dengan Ketua MUI Ma’aruf Amin disadap oleh tim penasehat hukum terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menanggapi penyataan SBY, salah satu anggota kuasa hukum, Tommy Sihotang merasa difitnah oleh pernyataan tersebut. Lantaran, Tommy mengungkapkan dalam persidangkan tidak ada timnya yang menyebutkan bahwa mendapatkan bukti rekaman percakapan antara SBY dan Ma’aruf dari hasil penyadapan.

Oleh karena itu, Tommy dan anggota kuasa hukum lainnya menegaskan akan melaporkan SBY ke penegak hukum karena telah memfitnah kuasa hukum melakukan penyadapan.

“Kalau hard way-nya, kami akan laporkan ke kepolisian. Dari mana dia tau ada penyadapan,” kata Tommy dalam Talkshow Akhir Pekan Terhangat Radio Sindotrijaya Network POLEMIK di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (4/2/2017).

Menurut Tommy, dalam persidangan kemarin, temannya sesama penasihat hukum Ahok, Humprey hanya mengatakan jika memiliki bukti percakapan SBY dan Ma’aruf. Karena itu, Ia merasa heran kenapa SBY memberi pernyataan jika dirinya telah disadap.

Padahal, bagi Tommy bukti dalam persidangan itu bentuknya macam-macam, bisa jadi dari salah satu media atau pemberitaan. “Bukti itu macam-macam,” jelasnya.

Selain hard way dengan melaporkan ke Polisi, ungkap Tommy pihaknya juga akan meminta kepada majelis hakim untuk menghadirkan SBY dalam sidang selanjutnya. Alasannya, telah membuat gaduh mengenai isu penyadapan ini.

“Penyadapan ga pernah kita katakan. Itu sebabnya kami pengacara akan minta ke Majelis Hakim agar SBY didatangkan ke persidangan,” tutupnya.