Ketika Ahok dan Yusril Bertemu lalu Foto Bareng

beritamix.com – Satu hal menarik terjadi pada halalbihalal masyarakat Belitung, Minggu (28/8/2016) kemarin. Dua tokoh yang digadang-gadang akan bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 bertemu.

Mereka adalah gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang akan maju lagi; dan pakar hukum tata negara yang berniat menantang Agok, Yusril Ihza Mahendra. Keduanya sama-sama berasal dari Belitung Timur.

Ahok, yang datang sejak awal acara dimulai, terlihat menunggu-nunggu kedatangan Yusril. Hal itu terlihat saat Ahok menyampaikan sambutannya.

“Aku sengaja (sambutan) panjang lebar, mau tunggu Bang Yusril, katanya datang pukuk 11.00. Aku kalau ketemu Bang Yusril udah ngomong pakai bahasa Khek, bahasa China, walaupun kami beda 10 tahun,” kata Ahok di Gedung Rimbawan II, Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta Pusat.

Namun, hingga ia selesai menyampaikan sambutan, Yusril tak kunjung datang. Akhirnya Ahok memutuskan untuk meninggalkan acara karena harus menghadiri acara pernikahan pegawainya.

Hanya, langkah Ahok terhambat oleh warga Belitung yang ingin berfoto dengannya. Sementara itu, Yusril tiba di lokasi sekitar pukul 11.00. Dia mengenakan baju daerah khas Belitung. Panitia pun mengarahkan Yusril untuk bertemu dengan Ahok.

Dibantu ajudannya, Ahok berusaha keluar dari kerumunan warga dan menyambut Yusril. Dua tokoh yang kerap adu pendapat di media itu pun saling lempar senyum dan bersalaman. Ahok berbisik kepada Yusril. “Maaf Bang, aku ada acara (pernikahan) pegawai nih. Aku nunggu Abang tadi he-he-he,” kata Ahok kepada Yusril.

Tak ada raut ketegangan di antara keduanya. Yusril yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu kemudian mengeluarkan telepon seluler dari kantongnya dan menyerahkan kepada asistennya. Ternyata, dia minta asistennya untuk memotretnya bersama Ahok. Momen itu menarik perhatian warga.

“Wah ini peristiwa bersejarah, langka ini,” kata salah seorang warga yang mengerubuti.

Seusai berfoto bersama, Ahok berpamitan kepada Yusril.

“Aku balik dulu, Bang,” kata Ahok menyalami Yusril.

Ajudan Ahok kembali mengawal dan mengarahkan Ahok keluar ruangan, sedangkan Yusril masuk ke dalam ruang pertemuan.

Seusai bertemu, Ahok menyebut dirinya harus menghormati Yusril. Ahok juga menegaskan hubungannya dengan Yusril terjalin baik, meskipun mereka kerap adu pendapat di media massa.

“Kami tuh enggak pernah berantem, kalian aja yang suka ngarang. Orang Belitung itu biasa saja kalau garang-garang, marahin orang itu sudah biasa,” kata Ahok.

Peringatan Yusril

Sama halnya dengan Ahok, Yusril mengatakan, perbedaan politik di antara keduanya tak mengurangi kehangatan hubungan pribadi satu sama lain. Maka dari itu, silaturahim akan terus berjalan antara Ahok dan Yusril.

Hanya, dia memperingatkan Ahok untuk tak membangun opini publik bahwa warga Belitung terbiasa menggunakan bahasa kasar.

“Saya koreksi apa yang dikatakan oleh Pak Ahok mengenai bahasa ya. Bahwa orang Belitung itu menggunakan bahasa Melayu Riau dan bahasanya itu halus, jadi jangan timbul kesan bahwa setiap orang yang berasal dari Belitung itu selalu menggunakan kata-kata kasar, kotor, itu sebenarnya dalam kenyataan tidak terjadi,” kata Yusril.

Dia menegaskan, tak ada warga Belitung yang menggunakan bahasa kasar dalam kegiatan sehari-hari. Di Belitung, lanjut dia, ada kelompok Tionghoa yang menggunakan bahasa Khek. Hal itu merupakan hal biasa.

Yusril menyebut, hanya preman pasar yang menggunakan kata-kata kasar.

“Jadi, saya mengimbau kepada masyarakat Belitung yang ada di Jakarta supaya kita tetap menjunjung tinggi adat dan istiadat kita seperti yang dilakukan para pendahulu dan yang lain,” kata Yusril.