Partai-Partai Sudah Mulai Menetapkan Calon, Yusril Ihza Mahendra Ditinggal?

beritamix.com – Gerindra sudah membuat keputusan memilih Sandiaga Uno sebagai bakal cagub DKI. 2 Nama lain, Sjafrie Sjamsoeddin dan Yusril Ihza Mahendra ditinggal. Masihkan ada asa keduanya menuju Pilgub DKI 2017?

Dari dua nama kandidat bakal cagub Gerindra tersisa, nama Yusril bisa dibilang lebih hangat diperbincangkan. Sebab, dari sisi elektabilitas, dibanding Sjafrie, Yusril lebih moncer di sejumlah survei cagub DKI.

Dalam survei yang dirilis SMRC 21 Juli, elektabilitas Yusril 17,7 persen, sementara Ahok yang berada satu tingkat di atasnya mengantongi 54,8 persen. Pada survei yang dirilis Indo Barometer 27 Juli, elektabilitas Yusril 2,9% dengan pertanyaan terbuka, dan 7,1% dengan disodorkan 14 nama cagub DKI. Meski jauh lebih rendah dibanding hasil survei SMRC, namun posisi Yusril tetap nomor dua.

Dengan fakta tersebut, Yusril sesumbar hanya dia yang mendekati elektabilitas cagub DKI incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Semua lembaga survei hasilnya seperti itu, hanya jarak perdebatan dengan Ahok berbeda-beda. Saya pegang ini hasil survei yang ke-11, hasilnya selalu sama. Jadi suka nggak suka dengan saya, tetap posisi saya kedua,” ucap Yusril. Namun elektabilitas itu tak akan ada artinya jika mantan Menteri Kehakiman itu tak punya kendaraan politik menuju Pilgub DKI.

Dari 10 parpol yang menghuni DPRD DKI, 3 parpol yaitu Nasdem-Hanura-Golkar (total 24 kursi DPRD) sudah memilih Ahok sebagai kandidat cagub DKI. Gerindra (15) memilih Sandiaga. PKS (11) kemungkinan akan mengikuti langkah Gerindra, karena kedua partai pernah deklarasi akan berkoalisi.

Pilihan parpol bagi Yusril tersisa PDIP (28 kursi), PKB (6), Partai Demokrat (10), PAN (2), dan PPP (10). Jika masih ingin maju, Yusril harus berhasil meyakinkan PDIP untuk memilihnya. Jika PDIP tak berhasil diraih, maka pengacara kondang ini setidaknya harus meyakinkan tiga parpol tersisa dengan total minimal 22 kursi.

Kondisi Yusril seolah diperberat oleh survei yang ditampilkan Laboratorium Psikologi Politik UI yang dipimpin Hamdi Muluk. Dalam survei yang melibatkan para pakar dan wartawan itu, Yusril masuk jadi tokoh yang paling tidak direkomendasikan jadi cagub DKI.

Berikut hasil penelitian Laboratorium Psikologi Politik UI yang dipublikasikan di Restoran Madame Ching di Menteng, Jakarta Pusat.

3 nama yang paling tidak direkomendasikan pakar untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta:

Prioritas 1: Yusril Ihza Mahendra dipilih 43,8% responden (sisanya nama-nama lain)

Prioritas 2: Sjafrie Sjamsoeddin dipilih 17,33% responden (sisanya nama-nama lain)

Prioritas 3: Sandiaga Uno dipilih 29,78% responden (sisanya nama-nama lain)

Dengan kondisi belum memiliki kendaraan politik, dan disebut sebagai tokoh yang paling tidak direkomendasikan pakar menjadi cagub DKI, bagaimana nasib Yusril di Pilgub DKI 2017?